Pengembangan Bahan Ajar Singkatan dan Akronim Berbasis Kontekstual untuk Siswa Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.54371/jekas.v2i2.902Keywords:
Bahan Ajar, Singkatan, Akronim, Pembelajaran KontekstualAbstract
Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis kontekstual untuk topik singkatan dan akronim dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya paparan eksplisit terhadap unsur linguistik mikro dalam buku ajar konvensional serta kurangnya keterhubungan materi dengan konteks kehidupan siswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dirujuk dari Thiagarajan et al. (1974). Uji coba terbatas dilakukan pada 15 siswa SDN Sumbersari 02 Jember dengan pendekatan purposive sampling. Validitas bahan ajar dievaluasi oleh dua ahli dengan cakupan isi materi, keterpaduan visual, dan keterkaitan dengan capaian pembelajaran, memperoleh skor rata-rata 90% (kategori sangat valid). Kepraktisan diperoleh dari hasil observasi guru menggunakan lembar skala Likert terhadap empat indikator utama, menghasilkan skor 96%. Efektivitas diukur dari hasil posttest berbasis indikator kompetensi dasar, menunjukkan bahwa 73% siswa mencapai atau melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan kontekstual pada pembelajaran linguistik mikro efektif meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui keterhubungan antara bahasa dan realitas sehari-hari. Kontribusi utama studi ini terletak pada inovasi pengembangan bahan ajar berbasis CTL dalam ranah linguistik mikro, topik yang selama ini kurang dikaji serta menyarankan perlunya pengembangan lanjutan dalam skala lebih luas dan melibatkan aspek afektif serta psikomotorik.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ahmad Afandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.